Algorithm-shaped Future

SIGN UP

Saat ini banyak orang tidak lagi memerlukan arsitek untuk mendesain rumah kantor dan bangunan lain yang mereka butuhkan untuk berkegiatan sehari-hari.

Berbagai desain bisa mereka dapatkan secara online dan bahkan mereka bisa mengoperasikan berbagai software 3D sederhana untuk membantu mewujudkan bentuk yang mereka inginkan lalu diserahkan kepada mandor atau kontraktor untuk proses pembangunannya. Jutaan gambar di Google juga tersedia untuk mendukung kebutuhan tersebut. Belum lagi iklan kontraktor bangunan yang ditempel di pohon atau tembok di perjalanan menuju kantor mereka.

Maka, bukan tidak mungkin dalam masa depan yang sebentar lagi tiba, semua orang dengan bantuan AI mampu mewujudkan bangunan tempat mereka berhuni sesuai yang mereka butuhkan dan sesuai dengan berbagai data algoritma yang mereka miliki: kebiasaan, hobby, jumlah penghasilan, penyakit, tipe teman yang sering mereka kontak, makanan yang disukai sampai alergi yang mereka miliki. Dan bisa terwujud hanya dengan menekan beberapa tombol saja di aplikasi dalam smartphone, tablet atau laptop mereka, lalu bisa langsung dikerjakan dengan printer 3D setelah menentukan lahan tepat di alternatif koordinat yang mereka dapatkan dari saran-saran AI tadi.

Semua terwujud dengan sebelumnya mereka memasukkan data penghasilan dan proyeksi cicilan di masa depan lengkap dengan perkiraan penyakit yang dimiliki sehingga AI mungkin saja akan mengeluarkan saran supaya orang tersebut cukup kembali apartemen kecil di daerah murah karena tidak lama lagi orang tersebut akan menemui ajalnya, tidak mungkin berkeluarga karena berbagai faktor termasuk faktor terlalu judes, super egois yang mungkin dikalkulasikan oleh AI sebagai faktor negatif, atau akan menyarankan orang tersebut koordinat lahan di area perumahan mewah yang luas berdasarkan perhitungan AI terhadap kesehatan dan penghasilan orang tersebut yang diproyeksikan mampu memiliki properti di daerah elite, bahkan pada saat orang tersebut masih bekerja pada level rendah di perusahaannya.

Pada masa depan berbasis AI seperti ini, apakah orang masih membutuhkan arsitek sebagai pemandu mereka dalam berhuni dan bekerja? Di manakah posisi arsitek pada masa itu sedangkan pada saat ini saja Google dengan algorithm nya sudah mampu menampilkan image yang akan disukai kita untuk berbagai hal termasuk desain bangunan dan interior yang kita suka dan akan kita simpan dalam laman Pinterest masing-masing?

Masa depan yang bahkan setiap individu bisa membuat bangunan fantastik sesuai khayalannya hanya dengan printer 3D tanpa bantuan arsitek (orang yang khusus sekolah untuk bisa mendesain bangunan)
Jadi, apakah profesi arsitek masih relevan untuk 10, 20, 40 tahun ke depan? Masa di mana algorithm menentukan dan membentuk banyak hal (jika tidak mau dibilang semua hal) dalam hidup manusia.

More posts

Post a comment