UI Arch Open

SIGN UP

Ide Open UIArch disini tidak sama dengan Australian Tennis Open, ndak begitu.

Idenya diadopsi dari komunitas Open Source, Open Education dll. yang memang masih berupa model baru diera digital. Ide yang mengedepankan kontribusi sesama tanpa harus selalu berkaitan dengan nilai uang.

Konsep intinya semua gagasan, aktifitas bersifat terbuka untuk domain publik. Ini yang membedakan dari sifat organisasi pada umumnya. Gagasan, rencana dan tindakan yang berada diruang tertutup seringkali tidak berujung kepada akuntabilitas.

Disini, semua akan terpapar apa adanya, apakah sukses atau tidak juga akan dapat diikuti oleh semua alumni apa adanya. Tanpa hidden agenda, dari alumni untuk alumni. Sederhana, begitu ide dasarnya...

Istilah gotong royong mulai dilupakan.

Ini gagasan Kontributor di UIArch Open ini. Mengajak sesama alumni untuk bergotong royong berkontribusi mencari manfaat maksimal dari para alumni demi kepentingan sesama alumni dan dunia pendidikan pada umumnya.

Dalam masyarakat modern, warga badui yang bergotong royong membangun rumah bagi pasangan baru menikah bukanlah hal yang umum. Masyarakat modern terasing atas konsep kebersamaan komunitas.

Gotong royong juga tidak selalu harus bersifat kegiatan fisik, sharing knowledge juga termasuk. DiInternet, model Edukasi Online biasanya informasi pengantar diberikan cuma cuma selanjutnya informasi yang bernilai anda harus subscribe dan membayar. Ini business model yang kita kenal di Internet. Didarat, untuk mendapat knowledge dari para pakar anda harus membayar duduk baek baek diseminar hotel berbintang.

Yang ingin digagas di UIArch Open berbeda. Salah satunya adalah; kita ingin para alumni sharing knowledge secara cuma cuma. Fasilitas tersedia, teknologi sekarang canggih dan murmer; ada Youtube video untuk tatap antar muka digital, ada pudkez (podcast) untuk nyerocos dan ada blogging untuk menulis. Yang ingin belajar cukup duduk santai dirumah masing masing, murah meriah ... yang tidak mau tidak perlu membuang waktu.

Sejujurnya gagasan Open ini tidak mudah, karena kita tidak biasa dengan konsep gratis selalu harus ada kaitan uang, waktu dalam setiap kegiatan.

Walau kita terbiasa mendengar istilah beramal agar masup kesorga ... padahal Sharing Knowledge secara cuma cuma juga bisa dilihat sebagai jalan untuk kesorga bagi yang ingin kesana nantinya ...

Manfaat Database Alumni bagi dunia pendidikan

Kompilasi 1590 data yang terkumpul bukan pekerjaan mudah. Salut untuk rekan kita Kim Mei yang rela melotot barisan data dikertas kertas untuk diinput ke layar excel.

Dulunya database alumni itu untuk tahu sipolan itu angkatan berapa, rumahnya dimana. Diera digital kedepan, bagi kita tidaklah begitu penting untuk tahu sipolan itu angkatan berapa, apalagi tinggal dimana.

Agar bermanfaat database yang telah terkompilasi ini perlu di re-design, agar bisa diajadikan sumber analisa. Terutama bagi para pengajar yang aktif, sebagai review terhadap kurikulum yang berjalan. Apakah fakta dari kondisi jebulan sejumlah 1590 alumni ini telah sesuai dengan apa yang dirancang atau membutuhkan improvement, perubahan dan sebagainya.

Dari data yang terstruktur para pendidik bisa mengetahui berapa persen alumni yang berprofesi sebagai arsitek, interior, dipemerintahan ataupun swasta. Seandainya tujuan utama adalah menghasilkan lulusan yang berprofesi Arsitek sedangkan persentase alumnus yang menjadi Arsitek kecil, itu pertanda perlunya review dari kurikulum yang ada. Atau sebaliknya semisal ternyata sebagian besar memilih profesi yang berbeda, mungkin perlu dipersiapkan materi agar setiap alumnus itu siap pakai sebagai general practitioner.

Sayangnya data yang ada sama sekali tidak memiliki struktur database yang bisa dipergunakan sebagai sumber analisis. Berikut, gagasan untuk improvement dari data yang ada telah diposting terbuka disini dengan judul 'Obrolan bersama BPH Iluni tentang database alumni', kita tinggal menunggu apakah ada tindak lanjut, adakah yang memang merasa perlu agar ide ini terwujud sampai hari ini belum ada kabar beritanya ...

Bagi rekan rekan yang membaca ini silahkan viralkan, sharing kerekan rekan pendidik, jurusan, iluni kesiapa saja alumni dimana saja. Termasuk anda sebagai alumni bila sepakat dengan gagasan UIArch Open ini, silahkan berkontribusi. Semua cuma cuma dan gratis ... Ini Ide Open Source yang ingin digagas, terbuka ada di domain publik.

nuwun,
Monchu
Internet Consultant
Melbourne, 4 April 2019

More posts

Comments

  • Ronald L Tambun

    • 4 years ago
    Saya kemaren diundang oleh BPTSP DKI untuk membahas permasalahan yg mereka hadapi, yaitu menumpuknya berkas permohonan IMB di sekretariat TABG karena gbr2 tsb tidak memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan peraturan2 yg berlaku. Dalam SOP nya pengurusan IMB, semua berkas gbr yg masuk utk IMB, diperiksa dulu oleh Tim Teknis BPTSP DKI sebelum dimasukkan ke sidang TABG AP (dh.TPAK.) Menurut mereka bahkan ada yg sampai pemeriksaan ke 42 kali, baru lolos utk layak masuk sidang TABG....
    Apakah demikian buruknya tingkat keprofesional para arsitek yg bersertifikat tsb., yg pasti sebagian dari mereka adalah alumni UI.... dan bahkan selaìn program studi S1 arsitektur, UI juga menyelenggarakan Program Profesi Ars ( PPArs) yg lamanya 2 semester.....
    Jadi bisa saja para perencana sekarang ini, S1 nya bukan dari UI tetapi PPArs nya dari UI...
  • monchu

    • 4 years ago
    mBak Raditiani silahkan berbagi pengalamannya disini. semoga bisa bermanfaat buat rekan2 yg lain. tabik mBak
  • Raditiani Asih Hendrawati

    • 4 years ago
    Saya tertarik untuk gabung, karena hal ini sangat penting untuk kemajuan bidang Arsitektur di Indonesia. Saya sendiri merasakan sulitnya menyebarkan pengetahuan diantara arsitek. Sehingga karena ada kesalahan desain dari satu arsitek terulang lagi oleh arsitek lain. Kita sebagai pelayan masyarakat yg berpendidikan dan dibekali dari universitas negeri seharusnya bisa membantu masyarakat dng pemikiran yg benar. Tidak harus komersiel. Dan ilmu yg kita miliki juga harus ditularkan kepada arsitek muda.

    Sehingga pamor arsitek di Infonesia bisa terlihat dari karya2 yg di bangun.
    Monchu, saya sangat menyayangkan jika media yg canggih saat ini hanya dipakai utk sekedar selamat pagi atau lucu2an belaka.

    Mungkin saya terlalu serius menghadapi masalah ini. Tapi saya yg selalu menjual jasa arsitektur diluar merasakan kepedihan masyarakat dalam memakai jasa arsitektur. Sehingga masyarakat membuat bayangan sendiri mengenai apa yg diinginkan, seolah tak ada arsitek yg terdidik di antara masyarakat kita.

    Aku sangat merasa prihatin Monchu.
    Kapan kita berdiskusi masalah ini, agar kita bisa maju di dunia arsitektur.
    Sekarang ini saya masuk komunitas Bank Benih Indonesia.
    Kita dalam bertukar ilmu dari yg petani di.lapangan sampai yg sangat ahli, dapat bertukar pikiran dan beryukar pengetahuan dng gamblang.

    Setiap hari Selasa dan Jumat malam ada kuliah lewat WA 2-3 jam di group itu.
    Semoga kita juga bisa mengembangkan dunia arsitektur dng komunikasi lewat WA.
    Dalam hal ini ada juga ditentukan dari marketing.

Post a comment