KOTA TUA & KOMPLEKS RUKO di 9 Walk, Bintaro

SIGN UP
Nabilah Ainurrahmah : "Decomposing Kota Tua"
Arsitektur yang kami bangun saat ini berperan besar dalam membentuk persepsi superioritas karena mengurangi interaksi langsung antara manusia dan alam. Cendawan sebagai organisme pengurai berpotensi menimbulkan persepsi baru tentang arsitektur, yaitu arsitektur sebagai pengurai. Dalam konteks Kota Tua Jakarta, proyek ini berupaya memadukan dialog antara jamur dan manusia dalam suatu ruang arsitektural, sehingga manusia dapat terhubung kembali dengan alam.
Jamur dari genus Fusarium mampu menguraikan beton menjadi bahan organik. Melalui proses ini, proses restorasi alami dapat membantu mempertahankan ekologi yang ada karena siklus energi yang berulang.
Zelika Razna : "Expediting The Softscape Nature Takes Over Architecture"
Dalam keadaan terbengkalai saat ini, situs dan bangunan ditinggalkan dengan elemen hardscape yang digunakan proyek sebagai alat bagi spesies non-manusia untuk menjadi konspirator arsitektur untuk secara berturut-turut membawa arsitektur kembali ke alam. Saat kita tumbuh lebih besar, kelimpahan hardscape ini menjadi limbah anorganik yang ditinggalkan, menciptakan kelangkaan softscape. Menanggapi topik Scarcity of Softscape, proyek ini membayangkan intervensi yang dilakukan terhadap kompleks ruko yang telah ditinggalkan di Bintaro, pinggiran Jakarta Selatan, dengan tujuan untuk membantu proses pengambilalihan secara alami di situs yang ditinggalkan.

More posts

Post a comment